Mengukir Prestasi di Langit Biru
Oleh: Rohayati M.Pd
Assalamu’alaikum Wr Wb
Sahabat Utsman, apakah masih ingat prestasi terakhir yang dicapai? Ya, pastinya capaian dan opini tiap insan berbeda mengenai makna berprestasi, karena manusia memiliki persepsi berdasarkan background pengetahuan dan pengalamannya. Semoga tulisan ini mampu membuka cakrawala dalam memaknai kata prestasi.
Dinamika perjalanan hidup seorang muslim atau suatu bangsa dapat digambarkan dari prestasi yang diraihnya. Maka seharusnya prestasi menjadi suatu keniscayaan bagi umat Islam karena tanpa prestasi, umat Islam tidak akan pernah mendapatkan ‘izzah’nya di mata umat lain.
Lekatkan dalam ingatan bahwa umat Islam pernah mencapai prestasi gemilang pada masa Khulafa’ur Rasyidin. Masa Kekhalifahan Dinasti Abbasiyah di mana ketika itu Baghdad menjadi pusat kebudayaan Islam dan peradaban dunia. Bahkan pada saat Kekhilafahan Turki Usmani yang menempatkan Istanbul sebagai pusat kekuatan militer dunia. Prestasi lain ummat Islam yang sangat gemilang adalah di bidang ilmu pengetahuan pada masa Cordova dan Al-Hambra di Spanyol di bawah kekuasaan Islam. Ketika itu Eropa (barat) masih berada pada masa kegelapan. Sebuah histori indah yang tak pernah lekang oleh waktu.
Hal yang perlu diperhatikan adalah, ke-istiqomah-an merupakan upaya yang membuahkan prestasi. Prestasi merupakan proses terencana, bertahap dan penuh kesadaran. Prestasi tidak muncul dari hati yang oportunis, tetapi dari hati yang memiliki tujuan mulia untuk menggapai keridhoan Allah.
Selamat dan Sukses, Kami ucapkan kepada Ustad dan Ustadazah Utsman bin Affan :
- Ustad Qodrat Asyraf Rutbah M. Psi, psi (Kepala Sekolah) sebagai Juara 3 pada Lomba Artikel dengan tema “Grand Design Sekolah Tahun 2045” yang diadakan oleh JSIT Wilayah Jatim 2021.
- Ustdzah Tri Sulistyowati S. Pd (Wakil Kepala Sekolah) yang menempati peringkat 54 dari 100 rangking penulis dalam “GSMB Festival Literasi Nasional 2021”.
Semoga prestasi beliau memberikan warna di lingkungan sekolah dan membawa keberkahan bagi civitas sekolah. Juga menjadikan lecutan motivasi untuk lebih berprestasi bagi kita semua, aamiin.
Catatan akhir tulisan ini adalah prestasi yang hakiki dalam pandangan Islam bukanlah pada puncak pencapaian (the end process of pipe). Prestasi hendaknya selalu diawali dengan niat karena Allah, berproses dengan ruh syariah dan aqidah Islam, dan selalu istiqomah mencoba. Maka saat itu juga upaya telah bernilai prestasi, karena Allah Swt memberikan pahala atas segala usaha, walau sekecil biji zarrah.
Semangat Berjuang Menuju Pribadi Yang Lebih Berkualitas
Wassalamu’alaikum Wr Wb















Leave a Reply