Oleh: Lala Akhadia Rukmana, S.Pd
Assalamu’alaikum, Sahabat Utsman.
Alhamdulillah ya kita sudah memasuki bulan September. Nah, di awal bulan ini yang bertepatan dengan tanggal 4 September kita memperingati Hari Jilbab Internasional. Biasanya tanggal 4 September ini juga disebut sebagai Hari Solidaritas Jilbab Internasional (HSJI).
Sahabat Utsman, di balik Hari Solidaritas Jilbab Internasional ternyata ada sejarahnya loh.
Mari kita simak bersama terkait sejarahnya. Peringatan HSJI ini sebagai wujud solidaritas atau dukungan untuk para muslimah di Perancis yang saat itu dilarang mengenakan jilbab.
Dikutip dari tribbunnews.com bahwa pada tanggal 12 Juli 2004 diadakan Konferensi Pro-Hijab di Inggris, London dan berakhir dengan sebuah petisi dukungan terhadap jilbab. Dalam konferensi tersebut, seluruh peserta juga sepakat menetapkan Hari Solidaritas Jilbab Internasional (International Hijab Solidarity Day).
Kemudian, juga ada rencana aksi untuk tetap membela hak wanita muslimah mempertahankan busana takwa mereka. Alasan dipilihnya tanggal 4 September karena waktu itu para mahasiswa atau pelajar muslim di seluruh Eropa akan kembali ke sekolah.
Nah, Sahabat Utsman cukup bergidik bukan bulu kuduk kita membayangkan seorang muslimah dilarang memakai jilbab. Padahal dalam agama Islam diwajibkan untuk menutup aurat, salah satunya dengan memakai jilbab. Namun, hal ini juga masih menjadi pro kontra di Negara kita. Karena sebagian orang masih berpendapat bahwa memakai jilbab merupakan budaya Arab bagi yang kontra tentang kewajiban memakai jilbab.
Berdasarkan Al-Quran Surah Al-Ahzab ayat 59 tentang penggunaan jilbab sebagai berikut.
يَا أَيُّهَا النَّبِيُّ قُلْ لِأَزْوَاجِكَ وَبَنَاتِكَ وَنِسَاءِ الْمُؤْمِنِينَ يُدْنِينَ عَلَيْهِنَّ مِنْ جَلَابِيبِهِنَّ ذَلِكَ أَدْنَى أَنْ يُعْرَفْنَ فَلَا يُؤْذَيْنَ وَكَانَ اللَّهُ غَفُورًا
“Hai Nabi, katakanlah kepada istri-istrimu, anak-anak perempuanmu dan istri-istri orang mukmin: “Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka”. Yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal, karena itu mereka tidak diganggu. Dan Allah adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.”
Dari ayat tersebut begitu teramat jelas mengenai perintah memakai jilbab. Allah memerintahkan hamba-Nya pasti memiliki manfaat di baliknya. Tujuan diperintahkan memakai jilbab bagi para muslimah guna kemaslahatan para perempuan di manapun ia berada.
Sahabat Utsman, mari kita bersungguh-sungguh fastabiqul khairat (berlomba-lomba dalam kebaikan) dalam membantu saudara kita sesama muslimah untuk menutup aurat. Semoga pahalanya senantiasa mengalir kepada kita hingga yaumil akhir. Aamiin yaa Robbal ‘Alamiin..











Leave a Reply