Berharap Sang Elok Rupawan Menemaniku
By Rohayati, M. Pd
Assalamu’alaikum Wr. Wb
Sahabat Utsman, sudahkan membaca Al Qur’an hari ini? Berusahalah dengan keras walaupun memaksa diri untuk membacanya.
Dari Sa’id bin Sulaim ra, Rasulullah SAW bersabda, “Tiada penolong yang lebih utama derajatnya di sisi Allah pada hari Kiamat daripada Al-Qur’an. Bukan nabi, bukan malaikat dan bukan pula yang lainnya.” (Abdul Malik bin Habib-Syarah Ihya).
Ada seseorang yang Elok Rupawan berdiri berada diantara dada dan kain kafan saat seorang hamba meninggal. Bahkan sejak dimandikan, dikafankan, dan dimakamkan. Sang Elok Rupawan tetap berdiri didekat kepala mayat. Diriwayatkan oleh Bazzar dalam kitab La’aali Masnunah.
Setelah jenazah dikuburkan dan ditinggalkan orang-orang, maka sudah pasti tamu pertama yang datang adalah Malaikat Allah SWT; Malaikat Munkar dan Nakir. Dan Malaikat pun mencoba memisahkan Sang Elok Rupawan dengan mayat. Tetapi Si Elok Rupawan itu berkata,” Ia adalah sahabat karibku. Dalam keadaan bagaimanapun aku tidak akan meninggalkannya. Jika kalian ditugaskan untuk bertanya kepadanya, lakukanlah pekerjaan kalian. Aku tidak akan berpisah dari orang ini sehingga ia dimasukkan ke dalam surga.”
Lalu Ia berpaling kepada sahabatnya dan berkata,”Aku adalah Al Qur’an yang terkadang kamu baca dengan suara keras dan terkadang dengan suara perlahan. Jangan khawatir setelah menghadapi pertanyaan Munkar dan Nakir ini, engkau tidak akan mengalami kesulitan.”
Setelah para malaikat itu selesai memberi pertanyaan, Ia menghamparkan tempat tidur dan permadani sutera yang penuh dengan kasturi dari Mala’il A’la. (Himpunan Fadhilah Amal : 609).
Allahu Akbar!!!
Sahabat Utsman, apakah merasakan getaran dan desiran dalam dada setelah membacanya. Ya, itulah getaran yang penuh harap sekaligus kekhawatiran. Yang membuat pertanyaan mengitari pikiran dan hati, “Ah apakah aku bisa?”. “Ya, tentu aku harus bisa!”. “Tapi bagaimana?” Inilah gejolak monolog diri atas bisikan Allah bahwa kita masih diberikan kesempatan untuk mendekat. Memaksa diri adalah salah satu cara untuk mendekatinya, membacanya dan menghafalkannya. Merasa bertanggungjawab atas perasaan bersalah walaupun tidak memegang Al Qur’an sehari.
Nah, kali ini kami menghadirkan informasi penting berkaitan dengan Al Quran. Sekolah Utsman, membuka kesempatan pendampingan di kelas Tahsin dan Tahfidz kepada khalayak baik dari internal ataupun eksternal sekolah. Kelas online Al Qur’an ini dibimbing langsung oleh para Al Hafidz seperti Ust Rozaq, Ust Mus’ab, Ust Amir dan Al Hafizah Ust Ilvy, Ust Nur, Ust Fathonah yang dibimbing langsung oleh Ust. Baihaqi Ph. D.
Sahabat Utsman dapat segera bergabung dan menjadi pejuang untuk menjadikannya teman di akhirat kelak. Semoga kelas Al Qur’an yang dikemas online ini bisa menjadi salah satu wasilah dan bukti kita kepada Allah bahwa kita berupaya mendekatinya, InsyaAllah.
Reminder untuk kita semua dan doa penuh harap semoga Si Elok Rupawan senantiasa mendampingi kita hingga bertemu Allah nanti. Aamiin ya Rabb.
Wassalamu’alaikum Wr. Wb.















Leave a Reply