Sumber Daya Manusia (SDM) adalah salah satu aset berharga negara Indonesia, dimana para pemerannya berada di lembaga pendidikan. Lembaga pendidikan dimulai dari jenjang Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), Sekolah Dasar (SD), Sekolah Menengah Pertama (SMP), dan Sekolah Menengah Atas (SMA). Setiap jenjang pendidikan tersebut adalah satu kesatuan yang tidak bisa terpisahkan untuk mencapai tujuan pendidikan. PAUD merupakan pondasi penting dalam menanamkan nilai-nilai dasar pendidikan sehingga dapat menentukan kualitas pendidikan di jenjang selanjutnya.
Usia PAUD adalah usia “golden age”. Golden age adalah masa keemasan pertumbuhan anak yang tidak boleh disia-siakan pada usia 0-5 tahun. sehingga sangat penting untuk kita para pendidik dan orang tua untuk memberi stimulasi dalam pendidikan berkualitas. UNESCO (2005) mengemukakan bahwa tujuan PAUD antara lain:
- PAUD sebagai pondasi awal dalam pendidikan;
- PAUD merupakan investasi bagi keluarga dan pemerintah;
- PAUD merupakan salah satu upaya dalam mengentikan roda kemiskinan;
- PAUD merupakan hak setiap anak untuk memperoleh pendidikan yang dijamin undang-undang.
Pandemi Covid 19 telah membawa perubahan yang luar biasa terhadap tatanan segala bidang di dunia, baik pendidikan, ekonomi, kesehatan, dan sosial. Covid 19 adalah virus yang sangat cepat penyebarannya baik pada benda mati maupun hidup, sehingga diperlukan tindakan yang tepat dalam menghadapinya. Pemerintah saat ini telah menggalakkan 3M (memakai masker, menjaga jarak, dan mencuci tangan) dengan harapan pandemi ini segera berakhir.
Di lembaga pendidikan, kegiatan belajar mengajar dilaksanakan secara tatap muka yang bisa saja terjadi kontak fisik antara guru maupun anak-anak. Dengan adanya pandemi covid 19, memberikan dampak pada sekolah untuk meminimalisir pembelajaran tatap muka dengan daring (belajar online). Dengan situasi seperti ini, kerjasama antara guru dan orang tua sangat diperlukan guna untuk mencapai tujuan pembelajaran anak. Menurut kepala sekolah TKIT Utsman Bin Affan “daring memang bukan sebuah pembelajaran yang efektif, tapi memaksimalkan sebuah kekurangan untuk tetap melakukan yang terbaik buat anak anak, dengan daring hak anak dalam pembelajaran di sekolah bisa terpenuhi”
Disaat pandemi covid 19 ini tonggak pendidikan tidak hanya dipegang oleh pendidik, namun orang tua juga turut andil didalamnya. Dimana komunikasi antara orang tua dan guru sangat penting guna memantau perkembangan anak, karena untuk saat ini pembelajaran tatap muka belum dilaksanakan. Dalam belajar online, PAUD masih perlu pendampingan orang tua agar pembelajaran dapat tersampaikan dan tujuan pembelajaran bisa tercapai.
Orang tua memiliki kesempatan untuk menanamkan nilai-nilai karakter kepada putra-putrinya di rumah, menjalin kedekatan dengan anak, dan melakukan fun learning ketika mendampingi anak belajar. Dibutuhkan kesabaran dan ketelatenan dalam mendampingi Anak Usia Dini (AUD) dalam belajar.
Dimana PAUD bisa duduk manis dalam belajar selama 5 menit dan selebihnya dia akan aktif untuk bergerak maupun bermain kembali. Mengingat usia PAUD jiwa eksplornya lebih tinggi daripada usia dewasa.
Dengan adanya pandemi covid 19 ini, langkah yang tepat untuk PAUD adalah:
- Kerjasama antara orang tua dan guru;
- Komunikasi antara guru dan orang tua;
- Baik offline ataupun online kita tetap menciptakan pembelajaran yang fun learning.
Semua itu akan berjalan dengan baik apabila kita sama-sama menyadari peran kita sebagai pendidik dan orang tua yang seutuhnya.













